Akselerasi MBKM Mandiri, Kemendikbudristek Gelar Dialog Multipihak dan Kampus Merdeka Fair di Semarang

[SEMARANG] Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Dialog Multipihak (Multi Stakeholder Dialogue – MSD), Rabu (30/8) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, bersamaan dengan kegiatan Kampus Merdeka Fair (KM Fair) yang akan diselenggarakan hingga Kamis (31/8) mendatang. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menggalang dukungan bagi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya MBKM Mandiri.

Direktur Belmawa, Sri Suning Kusumawardhani, menyatakan bahwa untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang relevan dengan konteks dan zamannya, diperlukan keterlibatan para pihak di luar perguruan tinggi dalam program MBKM, terutama MBKM Mandiri.

“Kami berterima kasih banyak pihak di luar perguruan tinggi seperti kalangan pemerintahan, bisnis, industri, organisasi kemasyarakatan yang sudah terlibat dalam berbagai bentuknya. Tetapi menimbang jumlah perguruan tinggi dan mahasiswa, kami memerlukan keterlibatan lebih banyak pihak lagi,” kata Sri Suning.

Kebijakan MBKM yang diluncurkan pada tahun 2020 lalu telah membuka kesempatan bagi lebih dari 760.000 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di luar kampus melalui program unggulan atau program flagship yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), maupun program-program yang diselenggarakan secara mandiri oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia atau yang biasa disebut sebagai MBKM Mandiri.

Untuk memperkuat sinergi antar-berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan MBKM, tahun ini Kemendikbudristek menyelenggarakan roadshow di enam belas kota, atau mencakup keenam belas wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) di seluruh Indonesia. Jenis kegiatan yang diselenggarakan pada masing-masing kota bervariasi, disesuaikan dengan konteks serta kebutuhan dari masing-masing wilayah.
Baca Juga :  Tingkatkan Integritas dan Kualitas Layanan, Ditjen Diktiristek Lakukan Pencanangan Zona Integritas di Direktorat Sumber Daya

Jenis kegiatan yang akan diselenggarakan di keenam belas wilayah LLDikti adalah Sosialisasi dan Bimtek. Kegiatan sosialisasi ditujukan untuk memberikan pengenalan umum mengenai MBKM, khususnya MBKM Mandiri. Sementara itu, kegiatan Bimtek ditujukan kepada kalangan perguruan tinggi yang sudah memahami seluk beluk MBKM tetapi masih membutuhkan bimbingan teknis pelaksanaannya, dan berfokus pada bagaimana perguruan tinggi bisa mendesain kurikulum dan melakukan relaksasi kurikulum.

MSD di Semarang sendiri adalah yang pertama dari sembilan MSD yang akan diselenggarakan di sembilan LLDikti di seluruh Indonesia. Dialog ini akan diikuti oleh sekitar 50 peserta dari kalangan perguruan tinggi, mitra, dan calon mitra MBKM Mandiri di wilayah LLDikti VI. Mitra yang akan hadir antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Southeast Ministers of Education Organization (Seameo), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB), Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), PT Telkom, dan Orbit Future Academy.

Kepala LLDikti Wilayah VI, Bhimo Widyo Andoko, SH, MH, mengatakan bahwa Bimtek dan MSD di wilayahnya adalah salah satu kegiatan yang penting. “Kegiatan ini adalah salah satu upaya LLDIKTI Wilayah VI untuk memaksimalkan pelaksanaan program MBKM dengan memperkuat jejaring kerja sama, baik antarperguruan tinggi maupun antara perguruan tinggi dengan dunia kerja pada umumnya, termasuk dunia industri, di Jawa Tengah,” Bhimo menuturkan.
Baca Juga :  Kemendikbudristek Kolaborasi dengan Google Hadirkan kembali Program Bangkit 2022

Sedangkan untuk KM Fair, penyelenggaraan di kota Semarang menjadi yang pertama dari tiga KM Fair yang akan diselenggarakan  di tahun 2023, setelah pada tahun 2022 lalu Kemendikbudristek telah sukses menyelenggarakan KM Fair di sejumlah kota. Mengusung tema “Bersama Lebih Baik”, Kampus Merdeka Fair akan diisi dengan kegiatan pameran, bedah buku, cerita alumni dan para mitra, serta diskusi panel. Jika pada tahun sebelumnya Kampus Merdeka Fair lebih berfokus pada sosialisasi program-program flagship yang diselenggarakan Kemendikbudristek, fokus Kampus Merdeka Fair tahun ini adalah MBKM Mandiri.

Kepala Bidang Kampus Merdeka Mandiri (KMM) pada Pelaksana Pusat Kampus Merdeka (PPKM), Dessy Aliandrina, menerangkan bahwa MSD menjadi ajang dialog untuk membangun pemahaman bersama antara perguruan tinggi dengan para mitra dan calon mitra. Selain itu, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan harapan maupun kontribusi masing-masing.

“Salah satu hal terpenting dalam MBKM adalah memberi hak kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Dalam konteks itulah perguruan tinggi memerlukan banyak mitra yang mau terlibat dalam dunia pendidikan,” tutur Dessy.

(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)



Artikel ini disadur dari https://dikti.kemdikbud.go.id/ sebagai kliping/arsip saja, perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber berita.